HIJAB TAPI PACARAN?


Ngapain berhijab tapi masih pacaran?” Tanya remaja yang tak berhijab.
Kawan hijab, kita telah membahas hal ini di post sebelumnya bahwa manusia memang tidak akan lepas dari dosa, namun janganlah kalian meninggalkan hijab kalian 😦 Allah SWT murka dengan wanita yang seperti itu.
Mengapa muslimah tidak boleh ‘pacaran’?

Jawabannya HARAM. Islam menegaskan secara keras tentang perbuatan yang mendekati zina.

Lah, kenapa? Orang cuma pegangan tangan kok, nggak cium-cium!”

Tetap saja haram. Orang yang kita pegang ini bukan mahram kita alias tidak halal dipegang-pegang. Beda darah, beda buyut, nggak halal ya, kawan hijab.
Disamping itu, Allah SWT berfirman:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah faahisah (perbuatan yang keji) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh oleh seseorang)”  [Al-Israa : 32]

Nah, sudah mengerti kan? Segera jauhi perbuatan mendekati zina ini ya, kawan hijab. 
APA ITU ZINA?
Zina adalah persetubuhan antara laki -laki dan perempuan tanpa pernikahan atau hubungan yang sah. Perbuatan ini sangat dimurkai oleh Allah SWT. Allah SWT juga melaknat orang-orang yang melakukan perbuatan mendekati zina. Seperti apa? Pegang-pegangan, cium-ciuman, peluk-pelukan, tatap-tapan, dan masih banyak lagi. Itu semua diawali oleh pacaran. Pacaran itu pasti gak bakal bisa lepas dari hal-hal maksiat seperti yang telah disebutkan di atas.

“Kalau gitu, aku mah pacaran islami. Nggak begituan. Paling kita pacaran cuma berduaan aja.”

Waduh, mana ada pacaran islami, sayang?  Pacaran islami itu nggak ada ya, kawan hijab. Sudah jelas bahwa islam melarang keras pacaran, eh tiba-tiba ketemu istilah pacaran islami. Aduhaaii…

Disamping itu, Rasulullah SAW melarang kita berduaan dengan orang yang bukan mahram kita. Yuk, kita simak sabda beliau:
Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233)Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.” (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Arnauth mengatakan hadits ini shohih)

Sudah jelas bukan untuk kita bahwa orang muslim itu tidak diperkenankan untuk pacaran. Lawan hawa nafsu kalian ya, kawan hijab!

Kita saja memandang lawan jenis yang tidak halal saja haram hukumnya. Lah gimanapacaran yang sudah melebihi dari tatap-tatapan? Itu namanya Zina Mata. Wah, serem ya, kawan hijab. Dosa banget tuh. Apalagi yang tidak menutup aurat sama sekali? Bisa jadi nafsu si pacaranya berkobar-kobar deh….Wow serem……
“Terus, kalau nggak pacaran, biar bisa saling mengenal sesama lawan jenis gimanacaranya? Masa sebelum nikah gaboleh pacaran?”

Jawabannya mudah kok, kawan hijab. Dalam ajaran agama islam, hal ini disebut sebagaita’aruf atau mengenal sesama lawan jenis, tapi tidak berduaan, melainkan ditemani oleh salah seorang dari mahramnya.
Untuk mendapatkan pasangan hidup yang baik akhlaknya, maka kita sebagai muslimah harus menjaga kehormatan diri kita, dengan selalu berbuat kebaikan, bertutur kata yang halus, berbakti kepada kedua orangtua, dan tidak lupa juga untuk menutup aurat. Karena Allah SWT telah mengingakan kita:
“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)

Dari ayat di atas, kita telah mengetahui bahwa seorang wanita itu merupakan cermin.Cermin apa? Cermin akhlaknya 🙂 Jika wanita tersebut akhlaknya jelek, maka Allah SWT juga akan mendatangkan kepadanya laki-laki yang akhlaknya jelek pula. Jika wanita tersebut akhlaknya baik dan shaleh, niscaya Allah SWT juga akan mendatangkan kepadanya laki-laki yang baik pula akhlaknya.
Udah mengerti kan tentang haram nya pacaran? Pacaran itu tuh habis nikah ya, kawan hijab. Jadi kesimpulannya, kalau mau menikah nggak usah pacaran, namun ber ta’aruflah! Kenali calon pasangan yang akan kamu nikahi. Pokoknya sekali lagi Say No to Pacaran, ya! Dosa lho 😦
Habis itu, jadilah wanita muslimah yang baik akhlaknya, supaya Allah SWT mempertemukan kita dengan laki-laki yang baik akhlaknya pula. Āmīn ya Allah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahaya & Dosa Ghibah - Membicarakan Aib Orang Lain

Tajassus

wanita bercadar